Predikat Web Master

Web Design - - Posted on February, 3 at 11:16 am

Web Master

Siang di sebuah cafe di bilangan Kuta - Bali sambil makan siang ditemani teman seperjuangan asyik ngobrolin tentang kartu nama yang baru di kasih sama temen eks kampusnya.
tertulis :
Nama : Mr. Temennya temenku ( sory gak saya sebut )
Profesi : Web Master

keren…. ?? itulah hal pertama terlintas di benak saya waktu itu.

Dari segi desain kartu namanya bisa dibilang lumayan, cuma… yang membuat mata ini terbelalak adalah profesinya yang menyebut sebagai Web Master, ini seolah-olah mudah sekali orang mendapatkan predikat tersebut, coba bandingkan dengan disiplin ilmu lain. Sebenarnya sah-sah saja sih seorang mengatas namakan dirinya entah web master , kungfu master, marketing master atau apalah sesuka hatinya. Tapi penulis tergelitik jika hal tersebut tidak dibarengi oleh tinggat relevansi yang tinggi. Dalam artian jika kita berani menyebutkan diri sebagai master kepada publik maka harus ada setidaknya tanggung jawab moral terhadap “kemasteran” -nya.

Relevansi dan tanggung jawab moral tersebut tentunya tergantung disiplin ilmu yang membuatnya menjadi master. Dalam hal ini dunia web design, tentunya orang yang sudah menyandang predikat web master harus meliliki syarat-syarat tertentu dan telah terbukti dalam rentang waktu yang tidak sebentar.

Skill membuat website yang bagus saat ini sudah mulai diakui oleh kalangan di indonesia sebagai sebuah profesi, mungkin sebentar lagi bisa di sejajarkan dengan bidang professional lain seperti dokter atau pengacara.

Penulis ingin mengkritisi supaya profesi web designer ini jangan sampai terdegradasi karena segeintir orang yang belum dapat memposisikan dirinya dengan baik. Karena bagi saya sebutan web master itu cuma layak di berikan kepada web designer yang benar-benar telah mendedikasikan diri terhadap pengembangan dunia website dari tahun-ketahun. Sumbangsih nya telah sangat dirasakan oleh kita kita yang bergelut di bidang web design dan masyarakat umum, contohnya para web master yang mengembangkan Content Management System seperti : mambo, jomlaa, wordpress, drupal, zencart dsb….
Sumbangsih mereka sangatlah besar bagi kemajuan dunia pembuatan website saat ini. Sekarang orang dapat membuat sebuah website dengan cepat melalui program yang telah mereka kembangkan, mereka cukup layak menyandang predikat web master.

Penulis sendiri berpendapat bahwa sebutan web master akan dengan sendirinya disandang oleh seseorang jika dia benar-benar telah mendedikasikan ilmunya demi perkembangan dunia web design. Jadi tanpa harus di stempelkan di kartu nama masyarakat akan dengan sendirinya memanggilnya master.

Mari bersama merenung dan berkaca pada diri kita masing-masing. Kita angkat bidang web design agar setara dengan profesi lainnya jangan sampai dikotori oleh orang-orang yang belum cukup kompatible di bidangnya dan membuat wajah designer- designer Indonesia menjadi tercoreng.

Maju terus web designer Indonesia

Pro2
( Master yet…Just Designer )

Artikel di website lain yang mengulas perbedaan web developer, designer, master :
http://www.rumahweb.com/journal/web-developer-web-designer-dan-webmaster.htm

Posted in Web Design |

9 Responses to “Predikat Web Master”

  1. kuta beach bali Says:

    Ayo sekarang kita bareng2 intropeksi diri …
    thank’s prend,, :)

  2. brokencode Says:

    saya pake brokencode, karena tau diri gak pernah becus coding. kalo saya gak pernah becus buat web pasti brokenweb :lol:

  3. baladika Says:

    saya pake pakar lendir aja deh, karena saya emang suka bermain di area lendir :))

  4. ochim Says:

    hahahha…
    lendir,,, awas kebanjiran lo dika..

  5. 21win Says:

    hal yang sama juga pernah tersirat di pikiran saya.. dulu.
    padahal web designer belum tentu menguasai web development. web developer belum tentu ahli dalam hal web design. web developer, web designer.. belum tentu jago juga di mastering seo. dst. dst.
    jadi, sesungguhnya yang namanya webmaster itu posisi tertinggi dalam struktur projek bangunan sebuah web.

    lah kalau orang baru bisa dikit2 bikin web kecil2an terus menyebut dirinya webmaster… ya suka2 dia aja. toh pribadi dia yg akan bertanggungjawab atas apa yang telah dan akan dikerjakannya.

    kadang2 kita sendiri merasa sungkan menyebut diri webmaster, tetapi orang atau klien menyebut kita begitu. lah.. mau digimanain lagi .

    mungkin yang membedakan webmaster mana yang ahli dan kurang, ya level professionalismenya. sama juga di dunia fotografi. setiap orang bisa saja menyebut dirinya fotografer. tetapi yang professional fotografer, punya standard, syarat-syarat, pengakuan demi pengakuan, dan nilai komersialitasnya sendiri.

    salam
    21win
    (ind: tuan win)

  6. LeNK Says:

    maju terus mas…
    ntar kita makan2 yuk…

    cepetin lesein web kantor ane ya :))

  7. pratamabaliku Says:

    Betul, setuju dengan pendapat yang ada.
    Orang bali bilang “de ngaden awak bise, depang anak ngadanin”

    salam

  8. bugsnet Says:

    =)) ngakak sendirian mode : on
    Kok bisa ya begitu? kalo gitu ane juga pengen buat kartu yang sama, isinya cuma tulisan webmasters (hurup kapital semua) naman anenya mojok di kiri bawah.

  9. sapujagat Says:

    Saya senang kalau semua temen-temen webster pada kritis, tapi gimana klo kita bangun sebuah jaringan webster-ya model MLM gitu ya itung2 cari tambahan modal usaha, setuju kagak…?

Leave a Reply

Security Code: